Thursday, March 11, 2010

Dulmatin Dimakamkan

Artikel berikut menyajikan informasi paling terakhir pada berita indonesia. Jika Anda memiliki minat khusus dalam berita indonesia, maka artikel informatif ini diperlukan membaca.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemakaman Dulmatin Jumat (12/3) dihadiri ribuan warga. Proses penguburan agak terhambat sebab warga memadati jalan menuju pemakaman yang terletak di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Jawa Tengah.

Penjaga makam, Yatim, 57 tahun, mengatakan, proses juga terhambat karena penggalian sempat dihentikan pada pukul 18.00 tadi malam, sehingga harus diteruskan pada pagi hari saat jenazah dibawa dari Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang.

Berdasarkan pantauan Tempo, warga sukarela hadir dalam pemakaman Asmar Usman alias Dulmatin sebagai bentuk simpati dan penghormatan terakhir untuk warganya. Dulmatin dimakamkan sekitar 5 kilometer dari rumah keluarganya. Ia dimakamkan masih di sekitar pemakaman umum, namun menggunakan lahan keluarga.



Kabarnya lahan keluarga itu, selain menjadi tempat peristirahatan terakhir untuk Dulmatin, juga akan dijadikan pondok pesantren.

Keluarga Dulmatin hadir dalam pemakaman, termasuk anak-anaknya. Belum terlihat istri Dulmatin diantara 3000-an pelayat yang memenuhi area pemakaman.

Dalam proses pemakaman itu sempat terjadi kericuhan. Anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mengusung keranda Dulmatin meminta agar aparat polisi yang sedari awal mengitari pemakaman menjauh dari sekitar liang lahat.

Dulmatin dikuburkan di pemakaman dengan struktur bangunan yang khusus. Tembok setinggi setengah meter dibuat untuk melindungi makam. Namun, karena ini, pelayat sulit untuk melihat proses penguburan.

Dalam pemakaman ini, hadir Abu Wildan, mantan anggota Jemaah Islamiyah yang sering muncul di layar televisi. Hadir pula Abu Ayah, Ketua FPI Pekalongan dan sejumlah anggota FPI dari berbagai daerah seperti Solo, Pekalongan, Batang, Banyuwangi.


Edi Faisol

Sekarang Anda bisa menjadi ahli percaya diri pada berita indonesia. OK, mungkin bukan seorang ahli. Tapi Anda harus memiliki sesuatu untuk membawa ke meja lain kali Anda bergabung dengan diskusi pada berita indonesia.

No comments:

Post a Comment